Home » , » Beras Sintetis Lokal yang Tidak Berbahaya

Beras Sintetis Lokal yang Tidak Berbahaya

Ditengah maraknya kabar terkait beredarnya beras plastik di pasaran, maka pasti kita sempat berpikir takut mengkonsumsi beras. Namun, kembali lagi bahwa karena beras merupakan makanan pokok sebagaian besar masyarakat Indonesia pasti kita akan kebingungan bila harus mencari alternatif lain bahan makanan pengganti beras untuk jadi konsumsi pokok.
beras sintetis bukan plastik, beras sintetis buatan indonesia, beras sintetis bagi kesehatan

Salah satu alasan sulitnya mencari pengganti beras yang kemudian diolah menjadi nasi dan menjadi sumber makanan pokok bagi kita karena rasanya yang sudah kita sukai. Tanpa nasi sebagai bahan makanan kita, pasti akan sedikit hambar jika memakan sayurannya saja. Itulah yang membuat kita tetap membutuhkan nasi sebagai bahan makanan kita.

Namun, bila kita mendengar kata “sintetis” yang berarti buatan pasti kita lebih cenderung menganggap akan memberikan efek negatif apapun bentuknya, termasuk beras yang belakangan diberitakan beredar beras sintetis dari plastik. Saat ini sebaiknya jangan berburuk sangka dulu terhadap kata “sintetis”, karena tidak semua yang mengandung kata sintetis akan berarti tidak baik terutama bagi tubuh.

Baru-baru ini seorang pakar pangan di Institut Pertanian Bogor (IPB), Slamet Budijanto seperti dilansir dalam Kompas berhasil menciptakan beras sintetis yang tidak berbahaya. Beras sintetis yang ia ciptakan berasal dari berbagai jenis tanaman dengan sumber karbohidrat yang banyak terdapat di dalam negeri, salah satunya ubi kayu.

Menurutnya, karena dipilih ubi kayu yang masih segar dengan kualitas yang baik maka beras yang dihasilkan juga akan berasa lebih enak. Selain ubi kayu, sorgum juga ia gunakan sebagai bahan untuk membuat beras sintetis yang sehat itu. Sorgum dipilih karena memiliki karbohidrat yang memiliki indeks glikemik rendah yang baik bagi penderita diabetes dan kandungan protein yang tinggi dalam sorgum juga akan melengkapi kebutuhan akan protein.

Selain ubi kayu dan sorgum, ia menggunakan sagu juga dalam pembuatan beras sintetisnya. Khusus untuk beras sintetis berbahan sagu selain memiliki kandungan karbohidrat yang mempunyai indeks glikemik rendah, ia juga berharap beras berbahan sagu dapat menjadi sumber bahan makanan pokok untuk masyarakat Indonesia Timur.

Ada satu lagi jenis beras sintetis yang berhasil dibuat oleh Doktor IPB ini, yakni beras sintetis yang menggunakan bahan dasar gedebog pisang. Ketika mendengarnya memang cukup aneh, namun hal ini bermula ketika ada seorang yang berasal dari Sulawesi memintanya untuk dibuatkan. Setelah sempat sedikit ragu untuk mengolah gedebog pisang menjadi beras namun hal tersebut menjadi menarik baginya ketika ia mengetahui bahwa sebagian masyarakat di Sulawesi mengkonsumsi gedebog pisang. Lantas, ia pun mengolahnya dan percobaannya pun berhasil.

0 comments:

Post a Comment

Arsip Blog