Rilis Dan Harga Xiaomi Mi Note 2

Setelah Xiaomi resmi mengumumkan bahwa akan segera merilis smartphone terbarunya Mi Note 2 pada 25 Oktober di Beijing kemarin, kini beredar kembali mengenai berapa harga untuk Xiaomi Mi Note 2 tersebut.

Smartphone yang akan menggunakan layar melengkung di kedua sisinya itu di klaim akan menjadi ponsel dengan harga termahal sepanjang sejarah smartphone Xiaomi. Kabar terbaru menyatakan bila Mi Note 2 ini akan dilabeli di harga $590 atau setara 7,6 jutaan rupiah.


Harga Xiaomi Mi Note 2 ini lebih mahal ketimbang rumor yang sudah lebih dulu beredar sebelumnya. Sebelum diketahui kapan akan diluncurkannya Mi Note 2 ini ke publik, harga yang diperkirakan hanya berkisar 5,4 jutaan Rupiah untuk versi 4GB RAM, dan sekitar 5,8 jutaan Rupiah untuk yang versi 6GB RAM.

Spesifikasi dan fitur Xiaomi Mi Note 2
Smartphone Xiaomi Mi Note 2 ini diharapkan mempunyai spesifikasi yang berkelas mengingat perkiraan harganya yang terbilang cukup tinggi untuk sebuah produk ponsel pintas Xiaomi. Menggunakan layar seluas 5,7 inchi berjenis Super Amoled (1440x2560 pixel) dengan sensitifitas Force Touch. Memiliki prosessor Snapdragon 821 64-bit, dual-kamera di bagian belakang ponsel.
Sistem dual-kamera pada bagian belakang Xiaomi Mi Note 2 ini menggunakan 2 jenis sensor yang berbeda, yang satu dengan sensor 23 megapiksel Sony IMX318 dan yang lainnya bersensor 12 megapiksel Sony IMX378. Pada bagian depan smartphone  tersedia kamera dengan resolusi 8 megapiksel.

Xiaomi Mi Note 2 akan menggunakan MIUI 8 yang berjalan dalam Android 6.0 Marshmallow, mendukung dual-SIM (nano+nano). Berbekal baterai 4100 mAh dengan fitur Quick Charge 3.0, bluetooth 4.1.

Untuk lebih jelas mengenai berapa harga dan spesifikasi Xiaomi Mi Note 2 bisa menunggu setelah smartphone ini benar-benar diluncurkan pada 25 Oktober 2016 di Beijing besok.

Inilah Smartphone yang Dapatkan Android Nougat 7.1

Pada kenyataannya Google sudah meluncurkan sistem Android 7.1 terbaru Nougat bersama dengan perangkat smartphone buatan mereka Pixel dan Pixel XL yang diluncurkan pada 4 Oktober 2016 lalu. Sedangkan untuk perangkat smartphone lain yang ingin mendapatkan sistem operasi Android terbaru tersebut masih dilakukan pembahasan hingga kini.
 
Pada saat ini, Google hanya menyediakan versi Android Nougat 7.1 terbaru untuk perangkat lain yang didukung dalam bentuk Beta (uji coba). Menariknya, siapapun yang tidak hanya sebagai pengembang atau developer bisa merasakan untuk mencoba Nougat Android 7.1 tersebut.

Namun, tetap saja Google hanya memberikan kesempatan tersebut kepada pengguna perangkat-perangkat smartphone tertentu saja. Hal ini hanya tidak mengharuskan siapapun yang ingin merasakan sensasi Android Nougat terbaru untuk harus melalui Google Pixel atau Pixel XL saja.

Berikut daftar perangkat smartphone yang dapat menjajal uji coba Android Nougat terbaru:
  • Nexus 6
  • Nexus 9
  • Nexus 5X
  • Nexus 6P
  • Nexus Player
  • Pixel C
  • Android One (4G)
Update terbaru pada Android Nougat 7.1 meliputi dirilisnya fitur-fitur baru yang didukung seperti Google Daydream VR, halaman setting yang praktis, shortcut yang membuat pengguna dapat melakukan chatting dengan teman-teman hanya melalui launcher tanpa harus membuka aplikasi, serta update sistem A/B yang lebih cepat.

Xiaomi Mi Note 2 Akan Segera Resmi Dirilis

Xiaomi secara resmi menyatakan pada Jumat (21/10/2016) akan meluncurkan smartphone Mi Note 2 di Beijing pada hari Selasa (25/10/2016). Sudah cukup lama rumor tentang flagship Xiaomi ini terus beredar hingga akhirnya mereka resmi mengumumkannya kemarin.


Melalui sebuah cuitannya di Twitter, Xiaomi menyatakan bahwa Mi Note terbaru ini akan mengusung layar melengkung yang mereka sebut "two-sided dual curves ". Sepertinya bila kita mengartikannya maka smartphone tersebut akan mempunyai layar melengkung di dua sisinya. Apakah nantinya akan seperti smartphone Samsung Galaxy S6 Edge dan S7 Edge?

Rumor yang beredar menyatakan kalau Xiaomi Mi Note 2 ini akan hadir dalam 2 pilihan tipe, yakni 4GB RAM dengan 64GB internal storage, serta versi 6GB RAM dengan 128GB internal storage.

Dampak Stop Produksi Samsung Galaxy Note 7

Keputusan Samsung yang akhirnya memutuskan untuk menghentikan produksi Galaxy Note 7 memberikan dampak bagi perusahaan asal Korea Selatan itu.

Sempat sebelumnya Samsung meluncurkan produk Galaxy Note 7 yang sudah mengalami perbaikan, namun produk tersebut dikabarkan juga masih bermasalah, hingga akhirnya pihak Samsung menyatakan untuk menghentikan Samsung Galaxy Note 7.


Dampak pertama yang dirasakan oleh perusahaan tersebut yaitu Samsung harus memotong perkiraan keuntungan untuk kuartal III 2016 sebesar 33 persen menjadi 4,7 miliar Dollar AS yang sebelumnya diperkirakan sebesar 7 miliar Dollar AS.

Selain memangkas perkiraan keuntungan perusahaan, dari pasar saham dilaporkan bahwa saham Samsung juga mengalami penurunan sebesar 10 persen untuk minggu ini.

Sebanyak 2,5 juta unit Samsung Galaxy Note 7 ditarik dari pasaran seluruh dunia pada September lalu, yang kemudian diganti dengan versi "perbaikan" dari Galaxy Note 7 yang seharusnya sudah aman digunakan, namun kenyataannya, versi terbaru Galaxy Note 7 itu juga masih dikatakan rawan, sehingga akhirnya dihentikan produksinya.

Bukan Pertama Bagi Samsung Menarik Produknya
Penarikan Samsung Galaxy Note 7 ini bukanlah produk pertama dari segala lini produk elektronik Samsung. Sebelumnya pada tahun 2003, Samsung pernah melakukan penarikan terbesar produk Microwave di Amerika Serikat sebanyak 184.000 unit. Sementara pada tahun 2009, di Korea Selatan Samsung menarik sekitar 210.000 unit produk kulkas mereka.

Selain produk-produk tersebut, Samsung juga pernah menarik produknya dalam jumlah yang lebih sedikit seperti 43.000 unit microwave di Amerika Serikat pada 2009 yang dapat menyetrum penggunanya dan pada tahun 2007 sebanyak 20.000 mesin cuci karena beresiko menimbulkan api.

Saat ini seperti dilansir oleh media NYTimes pada 13 Oktober 2016, Samsung sedang dalam proses untuk menarik 144.000 unit mesin cuci di Australia yang dikabarkan rawan terbakar. Selain itu juga produk mesin cuci jenis Top-Loading yang dipasarkan di Amerika Serikat juga berpotensi untuk ditarik dari peredaran karena dapat merusak properti disekitarnya atau melukai penggunanya saat mencuci pakaian yang bersifat anti-air atau yang berbahan tebal seperti seprai.

Penarikan produk-produk tersebut tentu saja bertujuan memberikan keamanan bagi konsumen serta menjaga brand atau merk agar tetap terjaga kualitas produk-produknya.

Smart Photos, Fitur Baru Tinder Rajai Aplikasi Dating


Tinder yang begitu cepat tumbuh menjadi aplikasi dating terpopuler di dunia namun tetap mendapatkan komplain sejak aplikasi tersebut diluncurkan yakni sulitnya menemukan kecocokan. Kini masalah tersebut mulai dijawab oleh Tinder dengan diluncurkannya fitur terbaru yang disebut "Smart Photos".

Fitur terbaru Tinder ini diharapkan dapat meningkatkan kesempatanmu untuk dapat menemukan kecocokan dengan memilih foto terbaikmu untuk mempresentasikan dirimu.

Perusahaan tersebut mengatakan jika fitur ini sudah ditanamkan dalam algoritma terbaru mereka yang akan memaksimalkan kecocokan potensialmu.

Ayo, yang pada menggunakan Tinder bisa mencoba fitur baru tersebut dan bagaimana menurut kalian fitur baru ini, apakah memang dapat meningkatkan kecocokan atau masih ada hal-hal yang kurang lainnya? Untuk yang mau berkomentar boleh juga sharing pengalamannya.

Arsip Blog